BK Peduli Siswa

BK SAHABAT SISWA
Tampilkan postingan dengan label Kesuksesan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesuksesan. Tampilkan semua postingan

Jadi Guru Harus Percaya Diri


Tips Mengatasi Rasa Malu
Buat temen-temen yang punya cita-cita jadi Guru, tapi gak punya mental buat bicara di depan karena rasa malu. Rasa malu adalah kombinasi dari kegugupan sosial dan pengkondisian sosial. Untuk mengatasi rasa malu ini, yang anda butuhkan adalah belajar bersikap rileks dalam pergaulan sosial. Untuk mulai mengurangi rasa malu, bagi Anda yang pemalu, ada beberapa hal di bawah ini yang mungkin dapat Anda praktikan.
1.    Buat pertanyaan terbuka pada semua orang. Banyak orang yang lebih senang bicara tentang diri mereka sendiri, dan temukan sebuah topik yang membuat orang lain tertarik. Apa yang membuat mereka tertarik akan membuat perbincanganberjalan menyenangkan bagi semua orang. Selalu ajukan pertanyaan yang memungkinkan jawaban lebih dari Ya/Tidak.
2.    Pikirkan tentang cara anda merasa dan bertindak di sekitar orang-orang yang telah anda kenal. Dimana Anda bisa merasa nyaman dan bersikap spontan. Alihkan perasaan itu saat Anda bertemu kenalan baru, begitu pula dalam situasi yang membuat rasa percaya diri Anda memudar.
3.    Hindari terlalu memperhatikan diri Anda sendiri. Tentu saja, Anda boleh sedikit memikirkan bagaimana Anda akan melewatkan perbincangan dengan orang banyak, tapi jika seluruh fokus Anda tercurah pada kata-kata sendiri dan perasaan Anda, selanjutnya Anda akn mulai merasa gugup sendiri. Ingat-ingat apa yang dikenakan oleh orang lain dan buat catatan tersendiri, dengarkan apa yang mereka perbincangkan. Bayangkan di mana meraka tinggal, buat sebuah garis besar atau ingat-ingat nama mereka.
4.    Nikmati waktu Anda, Hindari mengatakan hal-hal tanpa berpikir terlebih dulu. Ajuka pertanyaan, dan jika mendapat pertanyaan, Anda dapat mempertimbangkan jawaban terlebih dahulu sebagai tanggapan Anda, jangan asal menjawab tanpa berpikir. Jawaban yang diluncurkan dengan perlahan merupakan cara bersikap santai.
5.    Berhentilah percaya pada imajinasi Anda. Mungkin Anda pernah membuat gambaran tentang sebuah liburan yang menyenangkan dan pada kenyataanya jauh berbeda dari yang Anda bayangkan. Itu menunjukan betapa tak dapat dipercaya bayangan kita sendiri. Berhentilah memikirkan apa yang dipikrkan orang lain.
6.    Berhentilah memikirkan”Segalanya atau bukan apa-apa” Pemikiran “Pasti begini/pasti begitu” tertuang saat Anda mengalami emosi. Orang-orang yang sedang depresi, marah, dan gelisah, melihat kenyataan dari hal-hal ini dengan perbedaan yang ekstrim. Bagi orang –orang yang sedang marah “Anda salah” dan ”mereka benar”. Orang yang marah akan melihat dirinya “gagal”, sedang yang lain “berlatih”.
7.     Akhirnya gunakan latihan hipnotis. Hipnotis merupakan cara tercepat untuk menguah tanggapan insrink/ emosii Anda dalam setiap situasi. Hanya pikirkan bahwa pikiran dan tubuh Anda dalam keadaan rileks sewaktu bertemu orang baru. Sebenarnya, sewaktu Anda merasa santai seringkali Anda akan menemukansaat yang tepat untuk menerapkan hipnotis agar merasa percaya diri saat berhadapan dengan orang-orang baru. Dan tentu saja pada titik ini rasa malu akan tersingkir dengan sendirinya.

Mahasiswa harus sukses


Renungan buat Anda yang bingung!
            Anda mahasiswa yang luntang-luntung kurang kerjaan? Sudah mulai bosan dan mual ngedengerin kuliah pak dosen? Mulai bete dengan kos-kosan? Pingin teriak sekeras-kerasnya tapi takut ditimpukin tetangga, ngerasa membangun diri itu sulit, ngerasa salah jurusan, bingung karena nggak dapat apa-apa di kuliah universitas. Merasa makin terseok-seok dan nggak punya ruh semangat untuk belajar...Hmmmmm, coba deh ikuti tulisan ini.
Tips Bangun Dari Keterpurukan.
1.      Bangun tidur, berdiri di depan kaca, ucapkan bahwa andalah yang terbaik di kos-kosan ini (Ya soalnya anda sendirian sekarang). Kalau anda merasa itu kurang, ucapkan bahwa andalah yang terbaik di kelas anda atau terganteng di kampus anda. Yakinilah bahwa anda adalah manusia pilihan, paling tidak terpilih sebagai wakil desa anda yang bisa kuliah di universitas ini. Atau kalau lebih pede lagi, bilang bahwa andalah mahluk terbaik di muka bumi, ya memang benar, paling tidak dibandingkan dengan hewan dan tumbuhan.Ha!
2.      Mandi yang bersih, sisir dan rapikan rambut anda. Ambil handphone, bikin senyuman paling manis, foto wajah anda. Ulangi lagi kalau masih kurang enak dilihat. Kalu sampai 10 kali jepretan masih juga kurang enak dilihat, ambil secara acak saja. Mungkin wajah anda memang tidak terlalu enak dilihat.
3.      Renungi hidup anda, ingat-ingat lagi perjalanan hidup dari kecil sampai sekarang dan apa yang elah anda lakukan.
4.      Tuliskan apa saja kegiatan anda selama ini. Dari lahir , SD, SMP, SMA dan Kuliah. Pernah jadi ketua OSIS, sekretaris, atau pesuruh OSIS ? Atau pernah ikutan nyembelih kambing kurban, pernah jadi penjaga masjid, pernah bikin workshop komputer, pernah menang lomba balap karung, cerdas cermat atau lomba gambar di kampung. Tulis semuanya. Kerahkan seluruh ingatan anda, anggap saja nostalgia. Sekali lagi, tulis semua, apapun yang anda lalui, Sudah pauas? Kalau ada yang kurang tambah lagi, kalu merasa halaman itu nggak cukup tambah lagi halamanya. Oh ya, foto manis anda tadi jangan lupa di pasang di dinding kamar.
5.      Sekarang ayok berdiri, jalan ke meja belajar anda. Kenangi kehidupan kampus anda, senangnya ketika di terima di universitas ini, semangatnya ikutan OSPEK/ MASTAMA. Dosen/dosen anda yang baik dan menyenangkan, nilai mata kuliah anda yang naik turun (yang pasti lebih banyak turunnya). Dan mungkin juga teman-teman mahasiswi anda yang sudah menolak cinta anda. Kenang semua. Olala, ada kenangan manis di saat  anda berjaya dengan satu mata kuliah yang anda senangi, dosennya juga maknyus kalau ngajar, dan anda mendapatkan berkah nilai A diantara tumpukan nilai C, D dan E. <ata kuliah apa itu ya, yang dulu Anda senangi?
6.      Pikirkan sendiri...apa yang akan anda lakukan selanjutnya, NIKAH, KULIAH, KERJA? Terserah anda, yang penting Anda SUKSES dan BAHAGIA.

sukses butuh perjuangan.

Perjuangan hidup, dalam kebanyakan hal, dilalui dengan penuh liku, bagaikan mendaki bukit yang terjal, menang tanpa perjuangan panjang bagaikan menang tanpa kebanggaan. Jika tidak ada kesukaran, tidak ada kesuksesan. Jika tidak ada sesuatu yang diperjuangkan, tidak akan ada yang dicapai. Kesukaran mungkin menakutkan bagi orang yang lemah. Namun memberikan perangsang menyegarkan bagi orang yang tegas dan berani. Segala pengalaman hidp memang berperan membuktikan bahwa rintangan yang menghakangi kemajuan manusia mungkin, pada umumnya, dapat diatasi dengan perilaku yang baik, semangat yang jujur, aktivitas, ketabahan, dan kebulatan tekad mengatasi kesulitan.